RSS Feed

Jelajah Baduy

Posted on

Minggu, 12 Juni 2011

Lebih dari sebulan saya gak nulis karena sibuk lah, dan begitu sibuknya berkurang eeeeeh ternyata si  putih the laptop ngadat rusak berat sampai harus di opname (untungnya gak di rumah sakit! Thank to iparku tercinta Yuslan Maulana yang udah “mengobati” si Putih sampai sembuh) dan Alhamdulillah sekarang bisa saya pake lagi.

Okay, sekarang mumpung saya lagi santai saya mau cerita tentang perjalanan dua hari yang sangat mengesankan ke Baduy Luar bersama 13 kawan baru yang sebagian besar adalah guru Binus. Dan perjalanan ini diorganisir oleh Mas marsyad dari Komunitas Jelajah Budaya (KJB) dan Pesona Jawa.

Sebetulnya 13 tahun yang lalu saya pernah ke Baduy Luar bersama rombongan field trip kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) Cuma kok ya gak ada yang membekas di kepala saya kecuali jembatan bambunya (karena saya inget kalo saya berpose super keren dan sampai sekarang fotonya masih ada … damn I never thought that I was that cute long time ago and … have short term memory lost *sigh), jadi ini adalah trip saya yang ke dua ke Baduy Luar.

So here’s the trip (Marsyad’s Itinerary).

Jelajah baduy 11-12 juni 2011
Jelajah baduy luar

Sekilas tentang Baduy
Orang kanekes atau disebut juga Baduy, adalah suatu kelompok masyarakat dengan Adat sunda yang berlokasi di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Awal mula sebutan baduy tersebut adalah sebutan yang diberikan oleh penduduk luar, yang berawal dari peneliti Be…landa yang menyamakan mereka dengan Badawi atau Bedouin Arab yang merupakan masyarakat yang nomaden (…berpindah-pindah). Selain itu sebutan Baduy juga mungkin karena adanya sungai Baduy dan Gunung Baduy yang terdapat di wilayah utara. Namun suku Baduy sendiri lebih senang disebut dengan orang “kanekes”. Sesuai dengan nama wilayah mereka atau sesuai dengan kampung mereka.
Wilayah kanekes bermukim tepat di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Rangkasbitung, Banten, berjarak sekitar 40 km dari kota Rangkasbitung. Tidak heran bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa sunda dialek Sunda-Banten. Namun mereka juga lancar menggunakan Bahasa Indonesia ketika berdialog dengan penduduk luar.
Suku Baduy sendiri terbagi menjadi tiga kelompok yaitu tangtu, panamping, dan dangka (Permana, 2001). Kelompok tangtu adalah kelompok yang dikenal sebagai Baduy Dalam. Yaitu kelompok Baduy yang paling ketat mengikuti adat mereka. Terdapat tiga kampung pada kelompok Baduy dalam yaitu: Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Ciri khas orang Baduy Dalam adalah mereka mengenakan pakaian yang berwarna putih alami dan biru tua serta mengenakan ikat kepala putih. Kelompok yang kedua adalah Baduy Luar atau dikenal sebagai kelompok masyarakat panamping. Yang berciri mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna hitam.

Jadwal pelaksanaan

11 Juni 2011 (sabtu)
06.30-06.45 Registrasi dan persiapan Berangkat Stasiun Kota
07.00-11.00 Berangkat ke Rangkasbitung (via kereta api) Stasiun Kota
11.00-12.30 Istirahat di Rankasbitung dan persiapan berangkat ke Ciboleger (makan siang biaya sendiri)
12.30-14.30 Berangkat ke Ciboleger
14.30-15.00 Istirahat dan mengurus administrasi di Ciboleger
15.00-15.30 Jalan ke Balimbing Ciboleleger-Balimbing
15.30-17.00 Sampai dilokasi penginapan pertama di balimbing. Mengelilingi perkampungan.. Melihat jembatan dan mandi di sungai
17.00-06.00 ISHOMA dan bermalam di Balimbing
12 Juni 2010
06.00-07.00 Persiapan mengelilingi kawasan Baduy dan sarapan
07.00-09.00 Mengelilingi Kawasan Baduy luar
09.00-10.00 Makan siang
10.00-10.30 Menuju Ciboleger
10.30-11.00 Melihat cinderamata
11.00-16.00 Perjalanan menuju Jakarta

Biaya
Rp.250.000 Sudah termasuk
1. Transportasi pp (pergi menggunakan kereta )
2. Makan 3 x
3. Homestay baduy Luar (balimbing) tersedia MCK
4. Guide

Perlengkapan yang dibawa
no Nama Keterangan
1 Backpack/Ransel.Carrier Tas yang cukup untuk membawa Makanan, alat mandi/makan/sholat,pakaian, perlengkapan dan obat2an pribadi
2 Sepatu/Sendal jalan
3 Topi/payung/Jas hujan (wajib)
4 Pakaian Ganti & Jaket/sweater/kain sarung Udaranya cukup dingin di kala Malam hari
5 Sleepingbag/selimut
6 Senter
7 Perlengkapan makan
8 Obat-obatan Pribadi.
9 Kamera digital/Pocket/ Handycam Buat foto foto dan yang narsis hehe
10 Makanan dan cemilan pribadi
11. Buku/majalah/alat tulis untuk disumbangkan ke komunitas belajar di Baduy Luar

And the trip begins.

Saya gak akan cerita detail tentang perjalanan ke Baduy ini tapi yang pasti buat siapapun yang ingin menikmati suasana alam; pegunungan, hijaunya pepohonan, berjalan di jembatan bambu, gemericik riak sungai dengan air yang sangat bening, suasana desa adat yang masih mempertahankan tradisi, bermalam dengan beralaskan tikar, gelap-gelapan di malam hari karena tidak ada listrik, trekking menempuh rute berkilo-kilo meter naik turun bukit … cukup melelahkan tapi semua itu akan terbayarkan. Gak percaya? Dateng aja langsung ke Baduy.

 

the river (photo by Finarya Legoh)

Cobain deh mandi di sungainya yang airnya bening. Wuiiih seger. Cuma … saya agak apes karena saat tengah asyik cuci muka dan bergairah untuk nyemplung mandi tiba-tiba saya lihat ada yang berenang-renang dengan polosnya di depan saya … si kuning raja berenang, TAI. Coba gimana ngusirnya? Yang ada saya ngacir. Arggggggh ranjau gak tau diri!

Kalau belum kuat untuk jalan kaki 12 km ya jangan nekad langsung ke Baduy Dalam kecuali emang situ lagi program diet ketat “BAKAR LEMAK ALAMIAH”. Jadi buat pemanasan berkunjunglah dulu ke Baduy Luar yang jaraknya Cuma 2 km dengan berjalan kaki.

trekking to Baduy Luar (photo by Finarya Legoh)

Atau mau ngikutin langkah orang Baduy jalan kaki JKT-BADUY? Bagus lah pasti badannya bakal kayak orang-orang Baduy yang langsing-langsing dan berotot kering alamiah tanpa obat-obatan perangsang apalagi obat perangsang gairah … wewwww!

Baduy Tribe's Houses (photo by FInarya Legoh)

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

8 responses »

  1. Wah, habis dari italia sekarang ke Baduy. 😀
    Mantap!

    Balas
  2. Fi, tanggung pisan ga langsung ke Baduy dalam. Klo jalan ke arah desa Cibeo emang makan waktu lama sktr 4 jam, tapi klo ke desa Cikesik cuma 2 jam aja.

    Balas
  3. You mentioned about Yuslan!! Gimana kabarnya tuh anak?? Salam yaa pi…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: