Pengumpan RSS

BERSELANCAR DARI SOFA KE SOFA. Part 6: Perugia, Italia

Posted on
 

“Benvenuto….come va? Mi chiamo Ning…aku istrinya Mas Joko…woalah saiki bla..bla…bla.”

 

Wong Jowo super medok ternyata eksis di Italia!

 

Waaaa senangnya aku disambut sama Mba Ning dan suaminya, mas Joko, yang sedang masak-masak bersama Mba Marmi dan dua teman mereka dari Pakistan. Kita langsung akrab gitu padahal baru ketemu. Aduh mereka baik bangettttttt. Kedatangan gue disambut dengan makan-makan. Menu makan malemnya salad, spaghetti pomodori, rendang dan nasi (Aih Jaka Sembung ke Itali dari Padang, kagak nyambung neh spaghetti dan rendang. Aaah yang penting mantap, kenyang dan tentunya gratis haha).

 

suasana masak-masak di dapur apartemen Mas Joko dan Mba Ning

Gue kebeneran bekel beberapa pack abon dan paru kering dari Indonesia. Sebagai ungkapan terimakasih bukan karena udah dimasakin tapi juga udah diperbolehkan nebeng nginep maka abon dan paru kering pun berpindah tangan ke tangan Mbak Ning. Mbak Ning pun tampak seneng banget.

 

Gue pun ikut senang “Semuanya jadi 20 euro ya mbak…enak ajah gratisan!” LOL

 

Gue pun ngeluarin paket pesanan Swansea yang sengaja dia minta sebelum gue ke Italia, “Swanseaaaaaaa ini paket buat lo… Indomie 6 bungkus, teh botol sachet. Duh apalagi yaaaa…ya ampun inih tolak anginnnnnnn…udah di luar negeri masih ajah kebiasaan enter wind bin masuk angin dibawa-bawa eeeeeeh ini satu lagih ….TARASIIIII!”

 

INGAT INGAT tau diri kalau mau nebeng nginep di rumah orang apalagi baru kenal apalagi belum pernah ketemu sebelumnya selalu bawalah souvenir / oleh-oleh sebagai senjata untuk menyenangkan sang tuan rumah … dan membuat dirimu selalu dikenang. Pssssst the best oleh-oleh buat orang Indo yang ada di luar so pasti bikin mereka seneng; terasi sachet, sambel cabe sachet, mie instant, abon, sambal teri, kecap manis botol kecil, … eh kok banyak ginih? Eh eh satu lagi kalau bisa bawa duren.

 

            Anyway, selama di Italia gue beberapa kali berkunjung ke Perugia ini karena selain Cuma 2 jam dari Siena, base camp saya, juga karena ada Swansea, Mas Joko, Mba Ning, Mba Marmi, juga ada satu lagi orang Indonesia yang baik yang sedang menyelesaikan studi PhD, Mas Edwin, dan Didi, seorang pelajar dari Timor Leste. Ada orang Indonesia berarti ada masakan Indonesia hahaha lagian Kalau di negeri orang kayaknya berasa jadi sodara deket.

Sekarang mari kita jalan-jalan mengitari di Perugia yuk?

 

            One of the best ways to explore Perugia adalah dengan naik Mini Metro.

 

minimetro di Perugia (pic taken from argoweb.it)

“Waaaah kita bakal naik kapsul ini? Lucu banget sih keretanya”. Itu celutukan gue saat pertama kali liat Mini Metro. Abis lebih mirip mainan hehehe.

           

Mini Metro adalah salah satu moda transportasi andalan Perugia. Ya kaya monorail di Malaysia gitu. Cuma versi kecil karena Cuma ada 8 kursi aja. Dan ada tiap satu menit. Setelah beli tiket seharga 1 Euro dari mesin tiket kita pun masuk ke stasiun dan naik Mini Metro.

 

minimetro dengan latar kota tua perugia (pic taken from en.minimetro.com)

Serrrrrr … ngegeleser gitu. Enak bener naik Mini Metro ini. Bersih, nyaman, dan berasa ngelayang-layang gitu, belum lagi dari dalam Mini Metro bisa melihat pemandangan pusat kota tua Perugia yang ada di puncak bukit. Sampai mangap ini mulut saking takjubnya. Ih kebiasaan norak gue emang gak kelar-kelar ya maklum lah biasa naik Metro Mini di Jakarta yang kalau jalan macam goyang dombret gak kenal rem. Mari kita bandingkan minimetro Perugia di atas dengan metro mini Jakarta berikut ini:

sim salabim abda kadabra

ABG nanggung ini pasti susah jodoh kalo udah gede soalnya demen gelayutan di pintu (pintu metromini pula)

 

penyihir di Jakarta banyak dan gak usah pake tongkat sihir, tinggal tunjuk pake telunjuk minimetropun otomatis berhenti dimanapun ... ih hebat ih! (pic taken from arsipberita.com)

 

metromini itu adalah panggung hiburan dan dakwah, ada pengamen, ada yang tukang minta duit dengan ngancam pake nyiletin tangan, ada pembaca puisi sok romantis berujung ngancam minta duit, tapi tak jarang ada yang syiar berdakwah sebagai penyejuk iman. (pic taken from news.okezone.com)

 

yaaaa ngungseb dia ke sungai. Begini lah akibat sopir ugal-ugalan atau mungkin karena ada yang belum mandi sehingga tak jarang metromini nyemplung ke kali (pic taken from detik.com)

 

 

 

 Ah sudahlah kalau kita ngomong transportasi di Jakarta yang katanya metropolitan, modern, canggih dll tapi rasa  mirisnya gak ketulungan 🙂 eh tapi positif aja deh siapa tau di Indonesia ada transportasi seperti minimetro ini soon or later. Aaminnnn!

Anyway, akhirnya kita tiba di pemberhentian yang begitu keluar dari kereta kemudian kita naik lift yang naiknya gak kayak lift pada umumnya tegak lurus tapi nyerong dan begitu pintu lift kebuka tau-tau kita udah ada di balkon halaman sebuah cafe bernama Porta Sole dengan panorama yang indah. Kita pun ngopi sejenak untuk menikmati view Perugia. Sebelah kiri dan kanan tampak bukit kota Perugia dengan bangunan-bangunan tua abad pertengahan bak negeri dongeng sementara kalau kita memandang lurus sejauh mata memandang kita bisa melihat hamparan landscape Umbria.

 

di porta sole

 
Cheers! Swansea, trip mate yang asyeq 🙂
 
 

Swansea mengajak menelusuri lorong-lorong jalan sempit khas Italia yang diapit bangunan abad pertengahan yang masih kokoh. Waaaah seperti menelusuri lorong waktu. Kita gak perlu naik minimetro apalagi metro mini untuk mengeksplorasi centro (pusat kota tua), cukup dengan berjalan kaki aja.

 

“Ehhh itu kampus gue!”, kata Swansea.

 

Universita per stranieri di Perugia a.k.a Pallazzo Gallenga Stuart (photo by Peny Pujiati)

Gue terpesona ngeliat betapa megah dan antiknya gedung Università per Stranieri di Perugia yang juga dikenal dengan sebutan Palazzo Gallenga Stuart, gedung yang tadinya merupakan properti pribadi seorang bangsawan kaya raya dan pada tahun 1912 berubah menjadi universitas sampai sekarang.

 

Bangunan-bangunan penting dan bersejarah di Perugia yang dibangun pada abad 13 masih berdiri dengan anggunnya dan sangat terjaga. Ada Fontana Maggiore, air mancur yang dibangun pada abad ke-13 yang merupakan salah satu landmark dari kota Perugia dimana orang-orang perugia atau orang-orang asing di Perugia biasanya membuat janji temu dan berkumpul.

 

Fontana Maggiore di Perugia (pic taken from flickr.com)

Ada Duomo (Cathedral) yang berdiri kokoh sejak abad 15.

 

Duomo di Perugia (pic taken from estense.com)

Lalu ada San Pietro, gereja yang dibangun pada abad ke-10 dan dibangun ulang pada abad ke-15 yang memiliki dekorasi yang sangat cantik.

 

san Pietro (pic taken from perugiaonline.com)

Dan ada pula San Domenico, gereja terbesar di region Umbria yang terkenal dengan makam Benedict XI (c. 1304) yang bergaya sangat gothic.

 

san domenico di Perugia (pic taken from perugiaonline.com)

Dan tentunya jalan kaki di centro Perugia sangatlah menantang karena kotanya terletak diatas bukit dan jalannya selain berlika liku juga naik turun. Waspadalah waspadalah bagi yang demen pake stiletto berhak 10-20 cm selain hak sepatu runcingmu bisa ngebelesek ke celah-celah bebatuan kau pun dijamin akan merindukan tukang urut.

Perugia (pic taken from realtravel.com)

 

Perugia terkenal dengan coklatnya karena kota ini adalah rumah dari Perugina, confectionary (pusat pengolahan coklat), yang memproduksi aneka coklat lezat, yang paling terkenal adalah BACI, “Chocolate Kisses” alias coklat ciuman, coklat lezat berisikan Hazelnut yang dibungkus dengan kemasan bertuliskan kata-kata cinta dalam berbagai bahasa! Ah coklat yang romantis dan yummy … slurrrrrp! Eh kita bisa dateng loh ke Perugina dan bisa ambil coklat sepuasnya gratis asal heheeh ada asal nya bo, datengnya dalam grup minimal kalo gak salah 15 orang dan kasih konfirmasi seminggu sebelumnya.

 

confectionary di Perugina (photo by Peny Pujiati)

 

Perugina Coklat hmmmmm yummmy!

 

Oh ya satu yang harus diingat buat para pecinta coklat datanglah ke Perugia di akhir bulan Sepetember – awal Oktober karena ada festival coklat tahunan, Eurochocolate yang terkenal seantero jagat. Wuihhhh penuh dengan coklat.

 

arak-arakan Baci Chocolate di Eurochocolate festival (pic taken from primeitaly.com)

Buat penggemar musik terutama jazz, datanglah ke Perugia di bulan Juli karena pada musim panas ini diselenggarakan salah satu festival jazz terpenting di dunia, Umbria Jazz festival.

 

Umbria Jazz (pic taken from salido.umbria.it)

Brrrrrr udaranya, anginnya dingin cuyyyy! Beginilah kalau sang petualang kedinginan. maklum biasa nangkring di Lebakbulus – Leuwi Panjang yang bersuhu hangat hangat tai kotok gosong berasapkan kenalpot dan begaul sama jeng Primajasa sama jeng Damri eeeeee tiba-tiba harus ada di tempat berangin dengan suhu musim semi berkisar 10 derajat celcius.

 

 

(photo by Peny Pujiati)Ah enaknya kalau udara menggigil ini ada yang nemenin biar kayak bisa adegan romantis aaaah mauuuuu! *curcol si jablay (jarang dibelay) wkkwkwwkwkw

 
 

Perugia True Romance

Malam harinya dengan membawa bakwan buatan keroyokan plus cabe rawit kita bertiga datang ke La Cena Internazionale, makan malam internasional, yang diselenggarakan oleh mahasiswa Italia dan dihadiri oleh siswa-siswa asing dari berbagai negara yang tengah menempuh studi di Perugia. Di sana kita kenalan, ngobrol, sharing, dancing dan makan gratis tentunya. Wah bener-bener menu yang tersedia beragam, ada yang dari Turki, Cina, Jerman, Italia, Prancis, dan tentunya BAKWAN+cabe rawit ijo dari Indonesia.

 

cena Internazionale. hayooo yang mana bakwan buatan kita? itu loh yang ituuuu keliatan gak ? yang ada cabenya! ga ketemu? ahhh cabe deeeh!

Setiap kali orang-orang nanya, “INI APA?” gue selalu jawab “THIS IS DIRTY-DIRTY”. Bakwan itu kalau di Bandung sebutannya adalah BALA-BALA yang kalau dalam bahasa indonesia BALA itu berarti kotor/berantakan makanya terjemahan bebas untuk bakwan a.k.a bala-bala ini versi gue adalah DIRTY-DIRTY.

 

The best part mengenai “dirty-dirty” di makan malam internasional ini adalah ini adalah saat ngeliat bule-bule itu makan cabe rawitnya. Karena kita bertiga bilang kalau makan bakwan ini harus juga dengan makan cabe rawit. Kita bertiga yang emang lagi keluar isengnya bener-bener nahan napas saat bule-bule itu makan cabe rawit dengan bunyi “KENYES KENYES” langsung “NYESSSSSS” puanas ke mulut dan muka-muka pucat itu langsung pada merem melek dengan muka memerah kepedesan and the funniest part was saat ngeliat mereka ngibrit cari minum. Buat bule-bule yang ibaratnya makan saos cabe aja udah manyun-manyun kepedesan nah ini langsung sumber pedesnya dia hajar, cabe rawit.

 

Puas ngerjain bule-bule dengan cabe rawit, giliran mahasiswa Cina yang ngerjain kita-kita dengan minuman yang dibilang sirup manis khas Cina ternyata mereka nyekokin kita arak tradisional salah satu provinsi di Cina. Yaaaaks gak jelas itu air kencing apa air keringet! (ngomong-ngomong rasa air kencing kayak gimana ya?)

 

Di acara ini kita juga kenalan sama salah seorang peserta yang berasal dari Florence, Italia bernama Giovanni. Gak nyangka ternyata dia pernah ke Indonesia dan tau banyak tentang Indonesia. gara-gara gue cerita tentang Raja Ampat, Gio berencana pengen balik lagi ke Indonesia dan mengeksplore Indonesia Timur termasuk Raja Ampat. Dan dia ngajakin gueeeeee asssseeeek! *eh ditraktirin gak ya? NGAREUP hahahaha

 

Tapi yang pasti beberapa hari kemudian Giovanni ngajak kita bertiga makan malam bersama dengan seorang temannya, Giacomo, yang kebetulan seorang tour leader senior di Perugia yang udah keliling dunia namun saat itu sangat tertarik untuk traveling ke Indonesia Timur. kita bertiga dijamu makan malam di salah satu restoran mewah di kota Siena sambil membahas rencana perjalanan. Amazingly, mereka berdua terutama Giacomo banyak tau tentang Indonesia. Terus terang gue terharu dengan antusiasme Giacomo tentang rencana perjalanan ke Indonesia. Dia gak Cuma bawa peta Indonesia ke makan malam itu tapi juga pake baju batik.

 

Ah tau gitu gue pake kebaya. LOL

cantik kan cyiiiin?

 

“Dahhhh Swansea…dahhhh Mas Joko…makasih ya Mas buat tebengannya. Salam buat mba Ning, Mba Marmie, Mas Rudi, Mas Roy Marten, Vina Panduwinata, Oma Irama, Brama Kumbara…ci vediamo presto….arrivederci! eh eh eh kalau kangen sama aku jangan Cuma telepon doang ya sekalian ajahn kirimin akuh EURO…arrivederci lagi…ciaaaaaaaaaaaaao”.

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

18 responses »

  1. hihihi bakwan sepertinya udah menjadi makanan darurat bagi mahasiswa Indonesia yang tinggal di luar yah? gampang dan ringkes buatnya.
    btw, emang di sono ga ada cabe rawit yah?

    Balas
  2. wahahahaha, kok gw malah ngebayangin elo pake kebaya?
    😀

    Balas
  3. Ipi…. ngebaca ini serasa turut serta kesana niiiiiy…. jadi pengen!!!

    Balas
  4. hahaha gw masih inget tuh rasa arak cina .. gak jelas! Cuma gak bisa komentar aja karena waktu minum ada si A deket gw.. wekekeek ja’im deeehh

    Balas
  5. tapi seneng.. bakwan kita laku ( walaupun cabenya tetap utuh hihi )

    Balas
  6. ahahahha mudah2an gebetan gw gak ikutan ngefans ama toilet gara2 cabe yee

    Balas
  7. ngomong2 ttg jalan di Perugia.. dulu betis gw kenceng, sekenceng betis tukang becak gara2 turun naik jalanan di Perugia tapi skg jadi agak gombyorrr hihi
    Setujuh, bagi yang mau jalan2 ke Perugia ingat2!.. SEPATU BERHAK TINGGI hukumnya HARAM di sana hehehe

    Balas
  8. yuuukk ke Italia lagiii kita ke Italia selatan.. siapa tahu ketemu mafioso yang baik hati yang mau bayarin kita pulang aha ( gakmungkin.com )
    aminnnnnn

    Balas
  9. makanya sumpahin gw dong biar banyak rejekinya.. kalau doa mah lama terkabulnya.. sumpahin aja, biasanya sumpah itu lebih cepet soalnya ahaha

    Balas
  10. Gile lu… gue baca tulisan lu bagian metromini sampe muncrat-muncrat.. padahal sakit gigi gue. Thanks… sesaat bisa ngilangin penderitan sakit gigi ini. :)) Btw kabar-kabarin kalo mau ke itali lagi.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: