Pengumpan RSS

Camping on The Beach. Part 2: Jembatan Cinta.

Posted on

Sebagai pemuda yang ngakunya pencinta alam tapi benci ketinggian, lompat dari jembatan cinta yang tingginya sekitar 6-7 meter dari permukaan air laut adalah sebuah tantangan yang mengerikan. Jadi inget dulu waktu naik gunung Burangrang di Lembang, untuk mencapai puncaknya ajah gue NGARONDANG (eh bahasa Indonesianya apa ya? NGERONDANG? kok jadi ngebayangin pake sarung, kentongan, keluyuran malem-malem … oh itu NGERONDA) dan di ujung puncak gunung temen-temen yang udah duluan mencapai nya sampai teriak “AYO CUNG … AYO CUNG” (temen kuliah dulu manggil gue ACHUNG) duuh mereka gak tau betapa malunya gue NGERONDANG di gunung macam bayi baru belajar merangkak … ah that’s the word  MERANGKAK!

Nah kejadian yang mirip tapi tak sama terulang di Jembatan Cinta Pulau Tidung. Dengan gagah beraninya gue jalan menuju titik tertinggi jembatan cinta, kemudian buka baju memperlihatkan lekuk tubuh badanku yang indah dengan tetek agak nongol (gara-gara tetek ini gue sering diledekin “PAKE MINI SET DONG BO”!) dan perut rata-rata pria Indonesia yang non six pack  tapi teuteup pake celana dong ah emang gue cowok macam apaan lompat dengan k***i gundal-gandul.  Setelah itu gue berdiri di ujung pinggir jembatan dengan rasa PEDE tingkat tinggi. Orang-orang udah rame ngumpul dan ngitung “SATU … DUA … TIGA” wuzzzzzz bukannya lompat, gue malah jongkok kayak orang mau boker sambil meluk erat-erat ke pembatas besi. Sumpah jantung serasa mau copot. Panic attack! TATUT!

ayooo loncat demiii cintaaaa 🙂

Gara-gara adegan siap lompat dengan gaya sejuta tapi berujung dengan jongkok sambil meluk pagar pembatas jembatan, gue diledek dan diketawain abis-abis sama orang-orang. SIAL! Mereka gak tau kalau gue punya fobia ketinggian. Tapi gue gak mau nyerah! Setelah adegan berdiri-jongkok-berdiri-jongkok berulang kali dengan ditingkahi aneka ledekan sekaligus dukungan akhirnya gue pun memutuskan untuk LONCAT! Byurrrrrrrr! Dramatis.Yesssss I did it. Gue bahkan lompat sampai 3 kali. Once you conquer your fright then you’ll ask for more!

Sore hari menjelang mata hari terbenam, kita semua bersepeda menelusuri Pulau Tidung besar menikmati semilir udara sore hari dan tentunya menyaksikan detik-detik terbenamnya sang surya.

kling kling goes goes kling kling goes goes

Semburat warna oranye mewarnai langit kepulauan seribu. Indah dan damai.

Malam hari kita semua berkumpul di warung pak Udin menyaksikan atraksi sulap permainan kartu Cedric, sang animator asal Prancis yang ceriwis nan hiperaktif dan sedang berusaha jadi Magician, tapi banyak gagalnya hehe kemudian disambung dengan permainan tebak kata yang seru yang dipimpin oleh Afke, perempuan Belanda yang gak apal lagu kebangsaan itu loh 🙂

Malam semakin larut satu persatu akhirnya ngeluarin sleeping bed dan matras tapi gak ada satupun yang set up tenda, “MALES AH … LAMA SET UP NYA”. Lah judulnmya kan CAMPING ON THE BEACH tapi kok kagak jadi camping? Ada sih yang akhirnya camping tapi Cuma dua orang dan sisanya bergeletakan macam pindang di warung pak Udin yang baik hati ngijinin kita “SURFING” di warung.

Satu persatu akhirnya terlelap tidur. Gue sendiri udah ngabayangin betapa akan damainya tidur di warung pinggir pantai dengan iringan suara hembusan angin sebagai lagu pengantar tidur. Ketika rasa kantuk tak tertahankan dan tidur semakin dalam tiba-tiba suara semilir angin berganti dengan suara “NGROOOOK … NGROOOOK” dan “KRESEK KRESEK”. Arghhh siapa oknumnya neh? Rupanya suara NGROOOOK berasal dari Cedric yang tidur dengan mulut MANGAP sambil NGOROK sementara suara kresek berasal dari kertas multifungsi berbahan mirip alumunium foil milik Maiko yang dijadikan selimut dan berhubung jeng Maiko dari Jepang ini tidur laksak maka “bernyanyi” juga lah sang selimut kertas. Ah orang Jepang yang aneh! The rest of the night was a disaster akibat kolaborasi NGROOOOOK & KRESEK.

kalau ada yang ngorok lagi, asisten saya akan beraksi 😦

 

(bersambung)

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

One response »

  1. Silvi Anggraini

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: