RSS Feed

Camping On The Beach. Part 1: Krisdayanti di Pulau Tidung.

Posted on

 

“Ngumpul di terminal grogol 6.15am, depart 7.30am dari angke, sampai tidung 9.45am, setup tenda, snorkling/hiking/cycling/fishing/futu2/sunset, mgu pagi balik jam 7.30, smp jkt jam 10an … budget ± 130rb maybe less”.

Itulah bunyi pesan dari Bartasan Wauran yang akrab dipanggil Arta sang seorang pentolan komunitas couchsurfing di Jakarta yang mengorganisir camping trip ke Pulau Tidung tanggal 9-10 April 2011.

ngangkot dari terminal grogol ke Muara angke

 

di atas kapal

 
kesibukan di pelabuhan Pulau Tidung Besar saat para wisatawan turun kapal

Kali ini kita nggak cari tebengan sofa atau kasur empuk dari penduduk lagian pelesiran ke Pulau Tidung udah murah. homestay disana rata-rata perorang bisa sekitar 50-100 ribu permalam plus udah dapat makan. Makin banyak yang ikut makin murah patungan akomodasi dan boat buatisland hopping. kita berencana mau lebih menyatu dengan alam pulau tidung menikmati angin semilir dengan cara camping.

Mari kita buktikan pengeluaran-pengeluaran yang sudah dikeluarkan apakah lebih atau kurang atau justru pas.

Angkot terminal grogol-Muara Angke (Carter 12 pax)                   : Rp. 5000 / orang

Kapal Muara Angke-Pulau Tidung                                                           : Rp. 30.000 / orang

Sewa Sepeda 1 x 24 jam                                                                               : Rp. 15.000 / orang

Sewa perlengkapan snorkling                                                                   : Rp. 25.000 / orang

Makan Rp. 10.000 x 2 (siang-malam)                                                  : Rp. 20.000 / orang

Kapal Tidung – Muara Angke                                                                   : Rp. 33.000 / orang

Charter angkot Muara Angke – Grogol                                                 : Rp. 5000 / orang +

TOTAL                                                                                                                : Rp. 133.000 / orang

Waaah Cuma Rp. 133.000 per orang, murah kan?

Kalau mau main banana boat tinggal bayar extra Rp. 35.000. Kalau mau bermain kayak tinggal bayar Rp. 35.000.

Kalau mau nyemil gorengan sebangsa pisang goreng, tahu goreng, bakwan goreng buat ganjel perut harganya Cuma Rp. 1000,-

Kalau angin lagi sepoy-sepoy kayaknya suka ga tahan untuk ga nikmatin mie rebus telor pake irisan cabe rawit, semangkok Cuma Rp. 5000,; kalau pake bakso sapi segede gaban jadi Rp. 12.000,-

Ketika udara panas kayaknya gak afdol kalau gak menikmati kelapa muda. Harga per kepala Rp. 7000,-

Kalau mau ngopi atau minum teh manis untuk nemenin kalau lagi ujan rintik-rintik Cuma ngeluarin Rp. 2000.

BAH kalau gue ngomongin harga-harga makanan terus tar gue disangka tukang warung. Anyway, trip para couchsurfer kali ini beranggotakan satu warga Amerika yang kalo ngomong mirip Jim Carey, satu warga Prancis yang cerewetnya masyaallah, satu warga Belanda yang gak hapal nyanyi lagu kebangsaannya sendiri, seorang warga Jepang dan 10 orang Indonesia yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng.

Niat kita semua adalah CAMPING di pinggir pantai Pulau Tidung besar. Rencananya begitu tiba di tidung, sewa sepeda, bersepeda ke ujung barat pulau Tidung besar lalu set up tenda dan free program. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Begitu sampai di ujung barat Pulau Tidung besar kita malah asyik nangkring di warung sambil makan, ngopi, ngobrol ngalor ngidul dan ngegodain yang punya warung.

“Bapak yang punya warung?”

“Iya”

“Namanya siapa pak?”

“Siapa?”

“Ya bapak! Masa bapak saya ?!”

“Oh saya pak Udin”

“Kalau itu istri bapak ya?”

“Iya”

“Namanya pasti Ibu Udin ya?”

“Bukan … KRISDAYANTI!”. Gubrags.

(basa basi ala gue yang selalu berakhir dengan dapet diskon atau gratisan hehehe)

Jadilah kita nongkrong di warung Bapak dan Ibu Udin. Mereka berdua sih seneng banget kita nongkrong di warungnya karena kita makannya banyak. Apalagi gue juga sok sok bantuin si Bu Udin dan anaknya jualan, tereak-tereak kayak tukang tahu CAPER (Cari PERhatian) keliling komplek di pagi hari ,“TAHOOO TAHOOO”, macam tukang dagang di pasar, “YANG LARIS YANG LARIS YANG JUAL EMANG MANIS”. And guess what? Kita boleh make warungnya Pak Udin untuk bermalam gratis! Dan bahkan Pa Udin bilang gini ke kita-kita, “kalau nanti ke Toilet umum bilang aja sama yang jaga, “ SAYA SAMA PA UDIN”, biar ga usah bayar”.

eeeeee it works

(andaikan beli ini itu supaya gak bayar tinggal nyebut password PA UDIN … ngarep)

Beres makan bukannya set up tenda tapi langsung pada ngacir berfoto-foto di jembatan cinta yang menghubungkan antara Tidung Besar dengan Tidung Kecil. Dilanjutkan dengan jalan-jalan mengitari pulau Tidung Kecil.

Pulau Tidung sebagai salah satu bagian dari Kepualauan Seribu itu adalah pulau yang cantik. Pantainya landai. Pasirnya putih. Gradasi air lautnya yang hijau – biru benar-benar tampak menawan. Lokasinya Cuma 2 jam an dengan berperahu dari Jakarta, bisa dari Muara Angke yang kalau dari baunya lebih cocok disebut Muara Bangke saking baunya atau bisa dari Marina Ancol. Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan disini: mancing,

Bersepeda menel

 snorkling,

Deni Manusia Ikan Jadi-Jadian

 

 jalan kaki menelusuri pantai,

dohhh pose foto yang aneh (Sopo seeeeh? perut, ketek dan tetek kemana-mana)

banana boating,

aciiik naik pisang di laut (dengan latar belakang Jembatan Cinta)

 bermain kayak, foto-foto hingga uji nyali lompat dari Jembatan Cinta yang merupakan jembatan penghubung Pulau Tidung Besar dan Tidung kecil.

ini bukan foto adegan bunuh diri tapi adegan uji nyali lompat dari atas Jembatan Cinta

Jadi buat warga Jakarta dan sekitarnya kalau mau wisata air sebelum jauh-jauh ke Bali mending ke Pulau Tidung dulu yuk?

(bersambung)

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

9 responses »

  1. hoiii angkot mahal bener… Rp.4.000 seorang juga dapet ah…. g biasanya dari roxy ampe pluit nohhhhh cuman 3rebu…. apalagi charter… lebih murah harusnaaaaaa…..

    yang terjun sapa tuh… ntar mari bareng2 terjun yukkkkkkk

    Balas
    • ya kalo angkot dari roxy ke pluit aja 3000 terus dari pluit ke angke nya 3000 lagi jd lebih mahal dong kalo gonta ganti jd mending charter aje hehehh tapi ga tau juga sih kalo emang bisa leih murah lebih bagus

      Balas
  2. Seru banget Fi, murah lagi.. Tapi emang enaknya buat rame2 ya perginya. Ada banyak makanan seafood ya disana? Jadi pgn ke Pulau tidung nh.. 🙂

    Balas
  3. Hai mas Idfi, salam kenal yaa, dari peserta gmt nih ^^

    Balas
  4. Hahahaha Krisdayanti… 😆

    Balas
  5. Hai mas idfi salam kenal ya, kira2x kalau sy kemping di tidung kena sewa lahannya gak ya? Kalau sy ajak keluarga dan anak sy berumur 3,5thn aman gak? Gimana dgn MCKnya? Tuk mandi dll trims sebelumnya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: