Pengumpan RSS

Berpetualang Bersama sahabat (part 12 (Tamat): Hah? TELOR DOANG?)

HAH TELOR?

Bis pun sudah siap untuk berangkat. Kami semua mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh penduduk desa Bonto yang ramah-ramah dan anak-anak yang menggemaskan itu.

Selama kurang lebih 45 menit berikutnya kami menikmati perjalanan menelusuri jalan “super kriting” berkelok-kelok di bibir pantai. Pemandangan yang elok sepanjang jalan membuat jalanan yang ancur tak beraspal ini tak kami pedulikan meskipun gue ngerasa ini sebenernya naek kuda apa naik kendaraan bermesin.

Cuma sayang semakin dekat ke kota Bima pemandangan pantainya semakin bikin miris hati. Pantai yang diterjang abrasi parah karena gundulnya mangrove menjadi panorama berkilo-kilo meter berkutnya.

Akhirnya kita tiba di kota Bima dan setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis super eksekutif (AC, reclining seat, kudapan, minuman, toilet dalam). Ah nikmat.

Setelah bermain scrabble, ngobrol dan dengerin ipad bersama Zam akhirnya kami tertidur. Sekitar pukul 9 malam kami dibangunakan. Rupanya ada beberapa peserta yang ingin sretching karena perjalanan panjang yang bikin badan ngilu-ngilu pegal. Meskipun kita semua gak ada yang tau dimana kita berada yang pasti jalanan gelap gulita.

Beberapa peserta langsung menyalakan rokok. Ada juga yang cuma sekedar ngobrol ngalor ngidul. Saat kita sibuk dengan urusan masing-masing entah datang darimana tiba-tiba muncul kunang-kunang dan dalam hitungan menit kunang-kunang itu bertambah banyak.

Wow malam yang tadinya gelap gulita berubah menjadi begitu indah dengan kerlap kerlip kunang-kunang. Gue ga pernah melihat kunang-kunang sebanyak ini. Semua tampak terpesona dengan kehadiran kunang-kunang.

Tapi kita gak bisa menikmati lama-lama pemadangan alam yang menakjubkan ini karena kita harus melanjutkan perjalanan.

Sekitar 15 menit kemudian bis berhenti di sebuah rumah makan. Well, waktu sudah menunjukan hampir pukukl 10 malam. It’s a late dinner. Karena makan malam sangat telat jadinya gue berharap dapat makan malam dengan menu yang enak. Udah ngebayangin udang bakar mentega, ikan bawal bakar, cumi-cumi goreng asem manis dan pelecing kangkung dengan minum kelapa muda. Slurrrrrrp yummy.

Masuklah kita semua ke dalam rumah makan berdinding bilik ini. Deretan meja kursi sudah disiapkan. Dan kitapun langsung ngantri mengambil makanan dengan dilayani oleh seorang ibu-ibu. guess what the menu for the dinner was? Nasi putih+TELOR MATA SAPI+sayur bening berbuncis dan berwortel basa basi (karena isinya kuah bening beleberan dengan segelintir potongan buncis dan wortel).

GILA! Gue langsung gak bisa nahan emosi. Dan spontan gue langsung teriak “CUMA INI MENU MAKAN MALAM? SATU TELOR MATA SAPI?”. Dan gue bisa liat teman-teman yang lain juga Cuma bisa melongo melihat menu makan malamnya. Mereka semua shocked. Gila, udah bayar jutaan, boattripnya gak selesai dan beralih ke perjalanan panjang melelahkan melalui jalan darat dan makan malamnya telat pula terlebih lagi menunya Cuma TELOR MATA SAPI dijatah satu pula. Rasanya? Telornya dingin, sayurnya gak ada rasa, dan nasinya keras. Sungguh keterlaluan.

Gue liat sang TL juga gak bisa nutupin rasa malu terhadap para peserta trip. Ngerti sih, emang gak mudah mencari makan malam di tempat terpencil. Tapi kan kita-kita yang udah bayar gak mau tau. Duh kalau gak inget bahwa masih banyak sodara-sodara kita yang susah dapat makan, udah terbang deh piring isi telor dan sayur gak ada rasa ini. Mau gak mau harus gue syukurin gue bisa makan walau seadanya tapi cukup mewah bagi jutaan rakyat miskin di dunia. But still We deserved more than seonggok TELUR MATA SAPI!

Menu nasi+telur mata sapi jadi trending topic dalam percakapan setelah makan malam. Iseng-iseng gue tanya sama Raffa.

“Hei Raffa … enak gak makan malemnya?”, tanya gue.

“Enak … enak!”, jawab Raffa sambil nyengir.

“Ah boong luh … coba dari skala 0 sampe 10, nilai yang kamu kasih buat menu makan malam kita berapa?”.

Raffa menjawab mantap, “ZERO!”. Dan kita berdua pun nyengir bersama!

Setelah makan malam kita langsung melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan dan kemudian menyeberang dengan ferry menuju pulau lombok. Di senggigi di depan kantor Perama Tour gue pamitan dengan seluruh teman seperjalanan karena keesokan harinya harus kembali ke Jakarta. Rata-rata mereka masih akan menghabiskan 2-3 hari di Lombok untuk mengeksplor pulau Gili. Sementara gue harus kembali ke Jakarta karena rencananya masih ngarep dapat job MC buat taun baruan (later, gak dapet juga job nya hehe). Ah paling gak suka kalau pamitan apalagi kalau udah ngerasa “click” dengan teman-teman baru terutama dengan the kiddos Raffa dan Martin. I miss them already.

 
 

Raffael (Raffa), me, and Martin

 

Terima kasih Zam. You’re the best. Di saat seorang teman berulang tahun biasanya dihadiahi kado dari mulai dasi, buku, ikat pingang, parfum dampai t-shirt (mending dapat kado, yang ada biasanya gak dapat kado tapi harus tetep traktir hehe) but you gave me this amazing trip.

Trip ini lebih dari sekedar hadiah tapi juga bisa membuka mata gue betapa indahnya negeri ini, dan juga membuat gue belajar tentang persahabatan. Gue sangat menikmati berpetualang bersama sahabat ini.

Oh ya dan Gara-gara trip ini gue jadi tau kalau komodo jantan itu tititnya dua hahahaha.

Mudah-mudahan nanti kita bisa nge-trip bareng lagi ya dan giliran gue yang traktir dech. Hmmmm jalan-jalan kemana ya? ke Bandung? Balik kampung itu judulnya kalo ke Bandung Hahahahaaha.

Oke deh sekian sampai disini ya cerita Idfi tentang jalan-jalan mengekplorasi taman Wisata Komodo dan sekitarnya. Sampai bertemu lagi di petualangan berikutnya.

Oh ya sedikit pesan, INGAT! Banyak manusia SERAKAH di negeri ini yang dengan segala cara berusaha mengeruk keuntungan tak terbatas dengan mengorbankan alam dan budaya. Jangan sampai kita kalah cepat dengan kehancuran itu. Mumpung masih banyak yang bisa dinikmati mari kita mulai ekplorasi khasanah budaya dan indahnya alam Indonesia. Dan mari kita bergandengan tangan untuk mencegah kehancuran alam dan budaya Indonesia. Mari kita memulai perjalan menjelajah Indonesia dengan penuh tanggung jawab. #Let’sExploreIndonesia

-Selesai-

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

2 responses »

  1. Besok besok bilang sama TL nya… kalau susah cari makanan, mendingan bawa makanan kaleng, beserta peralatan kemping…jangan lupa cemilan…biar pada gak kelaparan…huhuhuuhuh…

    Satir ya fi,… sama sama susah cari makan… yang satu susah cari makanan enak, satu sisi lagi susah dapat makanan…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: