RSS Feed

Berpetualang Bersama Sahabat (part 11: Justin Beiber)

JUSTIN BIEBER

Keesokan harinya cuaca kembali memburuk diperkirakan gelombang tinggi akan semakin menjadi-jadi. Setelah berdiskusi bersama dengan seluruh awak dan penumpang akhirnya dikarenakan terlalu beresiko jika melanjutkan perjalanan dengan mengarungi lautan maka diputuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Lombok melalui jalan darat.

Nah disinilah intrik dan konflik terjadi. Karena jika melanjutkan perjalanan darat berarti kita semua yang sudah bayar cukup mahal untuk boat trip ini harus kehilangan trekking ke pulau Moyo yang terkenal dengan salah satu resort kelas dunia Amanwana yang jadi tempat favorit pesohor dunia termasuk Lady Diana dan snorkling di pulau Kramat. Kalau kita harus lewat jalan darat berarti bukan boat trip dong, jadinya land trip. Dan kalau pake bis berarti biaya yang dikeluarkan oleh operator jauh lebih murah. untung di operator rugi di turis.

Karena pemikiran itu lah akhirnya trio Nadia, Bayu, dan Geri diam-diam meminta free tour dan boat trip di Pulau Gili sebagai ganti perjalanan boat trip yang tidak selesai. Dan sang TL mengiyakan untuk memberi free tour buat ketiga orang tersebut saja. Sementara gue yang juga ada disitu dan kebetulan mencuri dengar merasa gak adil kalau Cuma tiga orang itu saja yang dikasih free tour. Kita bayar sama besar berarti kita juga harus mendapatkan fasilitas yang sama.

Mulailah gue “ngomporin” Zam.

“Zam, Nadia cs dapat complimentary boat trip di pulau Gili loh sebagai ganti boat trip kita yang gak selesai ini”, kata gue.

Dan Zam pun langsung mengajak para bule untuk maju menghadap TL agar menuntut hak yang sama. Dan setelah melalui perdebatan yang cukup alot akhirnya kami semua dapat pergantian complimentary boat trip di pulau Gili, Lombok. Horeeeee berhasil berhasil (sayangnya gue gak bisa bergabung mengeksplorasi kepulauan Gili karena harus kembali ke Jakarta).

Akhirnya setelah sarapan kami semua harus meninggalkan kapal Land sea – adventure. Dengan menggunakan boat kami pun mencapai daratan tepatnya desa Bonto Sumbawa.

ayo kita ke darat

Waaaa ternyata saat kita tiba di desa Bonto, satu persatu warga desa berdatangan ke tepi pelabuhan dan tahu-tahu puluhan warga sudah berkumpul dan menyambut kami bak para fans menyambut selebriti ibukota.

Yang disambut bukannya excited tapi malahan Cuma bisa terbengong-bengong bukan karena sambutan luar biasa meriah dari warga desa Bonto tapi karena shock ngeliat bis yang akan mengangkut kita. kita semua berpikir kalau perjalanan darat ini akan menggunakan bis AC yang nyaman dengan reclining seats dan tolite di dalam bis tapi yang kita temukan adalah angkutan omprengan macam omprengan jurusan terminal Leuwipanjang – Ciwidey yang usang dan curiga sepanjang jalan nanti akan “berkicau” “ngik ngek ngok”.

“jangan takut … ini bis nya Cuma akan mengantar kita ke Bima. Dari Bima – Lombok kita akan naik bis super eksekutif kok!”, kata sang TL. Phuh … leganya.

Sambil nunggu barang-barang satu persatu diangkut dan disimpan di atas bis, kami semua berusaha untuk membaur dengan para penduduk yang sudah mengerubuti kami.

gue dan Jon dikerubutin anak-anak

“Ommm … bule yah? Kok bisa bahasa Inggris?”, tanya seorang anak kecil ke gue dengan polosnya.

“Eits JANGAN panggil OM ya … panggil KAKAK. Kakak orang Indonesia kok!”, jawab gue sok sok ga mau dipanggil om (ihhhh emang gue om om … LOOK! om om itu biasanya berperut buncit. Kalo gue mah langsing! Cumaaaa … bertetek doang *sigh (mungkin gara-gara kebanyakan minum susu kedelai … eh pernah denger kan kalau mengkonsumsi terlalu banyak susu kedelai bisa berakibat payudara membesar? Kalo ibu-ibu sih enak teteknya disedot anaknya saat menyusui … nah gue, sapa yang mau netek?)).

Dan si anak kembali berkicau, “Ooooo … kok idung nya mancung? Itu palsu ya Om?”. SIAL!

Gak jauh dari gue ada seorang anak kecil yang tampak asik ngobrol dan sekaligus mengagumi Nadya, mahasiswi Indonesia berkulit hitam manis yang besar, tinggal dan masih menimba ilmu di salah satu universitas di Sidney Australia.

“Kakak namanya siapa?”, tanya sang anak.

“Nadya”, jawab Nadya ramah.

“Kakak pemain sinetron ya? Solnya pake bajunya kaya artis.”, tanya sang anak polos.

Dan Nadya pun laporan sama gue kalo dia disangka artis. Nadya emang manis, berkulit gelap tampak eksotis, berbadan sintal dan Cuma pake baju daster tanktop pula dengan sunglasses segede bagong bertengger di atas kepalanya. Ya sejenis tipe-tipe bule cuma lebih eksotis dan berkelas.

“ayo ayo siapa yang mau berpoto dengan artis ibukota … Ira Swara sang biduanita dangdut terkenal … nih orangnya!”, teriak gue spontan sambil nunjuk Nadya.

Gak berapa lama kemudian Nadya disamperin sama dua orang pemuda yang minta berpoto bersama.

“Eh adik-adik tau Justin Bieber gak?”, sambung gue agak-agak ngetes soalnya takut mereka gak familiar dengan artis Hollywood. But I was totally wrong karena hampir semua pada teriak “TAUUUUUU!” dan ada anak kecil umur 8 tahunan yang tiba-tiba nyanyi ajah lagunya Justin Bieber. Astaga di desa terpencil seperti ini ternyata mereka update bener.

Dan gue yang masih terkaget-kaget langsung nyamber, “Tuhhh … di dalem ada sodara sepupunya Justin Bieber”, sambil nunjuk ke arah Raffa, si bocah Jerman keturunan Spanyol berusia 11 tahun, yang lagi bengong di dalam bis butut yang akan kita tumpangi dari Desa Bonto – Bima. Anak-anak desa itu percaya ajah dibilang kalau Raffa sepupunya Justin Bieber dan tanpa ba bi bu langsung ngerubutin Raffa. Sementara yang dikerubutin Cuma bisa tereak, “IDFIIIII … WHAT DID YOU SAY ABOUT ME?”. Ih ada dech mau tau aja. *Rasakan pembalasanku Raffa! Sekarang giliran kamu diberondong pertanyaan wkwkwkwwkwk (eh anak-anak itu bisa bahasa Inggris gak ya? mungkin mereka menggunakan bahasa Tarzan)

(Bersambung)

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

One response »

  1. hahaha..famous biebs, jadi inget serial glee tentang si biebs ini
    lucu abisss 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: