RSS Feed

Berpetualang Bersama Sahabat (part 10: Balada Sang Nelayan)

BALADA SANG NELAYAN

 

Gue terbangun saat makan malam tiba. Badai telah berlalu. Kapal sudah merapat di sebuah teluk di pulau sumbawa dan disinilah kami akan bermalam di atas kapal.

Saat makan malam wajah-wajah pucat yang terakhir gue liat saat sebelum tepar telah kembali menjadi wajah-wajah segar dan lega karena bisa selamat dari terjangan gelombang tinggi. Kemudian, kita saling berbagi cerita akan apa yang telah terjadi ketika kapal “dihajar” gelombang tinggi. Bagiamana kapal oleng ke kiri dan kanan, air laut tumpah ruah ke dalam deck kapal, bagiamana satu persatu para penumpang kapal muntah bahkan beberapa awak kapal yang sudah terbiasa melaut pun gak ketinggalan berpartisipasi ikut-ikutan “nembak”. Tampak seru! *sambil ngebayangin film tentang nelayan yang kapalnya terombang ambing di tengah samudra lalu HAP dimakan ikan hiu aaaaaaa let’s skip this HIU part.

“Eh tau gak tadi sore kita ngeliat lumba-lumba” celutuk Jeng Eni saat makan malam.

Ah rupanya gue tertidur lebih dari 7 jam paska mabuk dan muntah berjamaah dan melewatkan sore hari bersama gerombolan lumba-lumba yang berenang dan lompat tak jauh dari kapal saat kapal melewati perairan di sekitar gunung Sanghyang.

Menjelang tengah malam saat siap-siap untuk berselancar di alam mimpi tiba-tiba ada ketukan di pintu kabin. Ternyata eni dan michael yang mengajak untuk ikut berperahu bersama tour leader (TL) dengan tujuan membeli ikan di nelayan. “hmmmm beli ikan tengah malam? Menarik!” pikir gue dan gue pun mengiyakan.

Maka berperahulah kami menelusuri teluk tenang yang gelap gulita. Sang TL pun harus membawa obor untuk penerangan. Tampak di kejauhan kerlap-kerlip lampu-lampu kapal nelayan yang merapat dan lampu dari rumah penduduk.

Tak berapa lama perahu kami merapat ke kapal nelayan. Dan kami pun naik ke kapal mereka. Setelah sang TL mengutarakan tujuannya untuk membeli ikan, para nelayan kemudian langsung beraksi. Setelah menguras tenaga kurang lebih 30 menit menaikkan jaring berukuran super besar (kurang lebih 50 m²) di kiri dan kanan perahu, jaringpun terangkat ke permukaan. Tadinya gue berharap bisa melihat aneka ikan bergelimpangan di atas jaring tapi yang gue lihat justru kebalikannya, jaring itu kosong melompong. Hanya terlihat segelintir ikan-ikan kecil yang berhasil terjaring. 

Dari jam 10 malam mereka memasang jaring hingga jaring itu terangkat kira-kira pukul 2 dini hari karena ada permintaan dari kita, coba tebak banyak ikan yang bisa kita dapatkan dari mereka? Hanya seember ikan-ikan teri kecil yang dibandrol seharga Rp. 50.000,-

Life is hard. Gue Cuma bisa bengong dan berpikir betapa hebatnya para nelayan itu mengarungi lautan, samudra, menghadapi ganasnya lautan dan samudra; gelombang tinggi, badai, mungkin tsunami. Kadang mereka panen ikan, kadang dikala harus menghadapi cuaca buruk mereka harus menerima kenyataan buruk pula hasil tangkapan. Kebayang isue “climate changing” yang bikin cuaca buruk terus mebuat ikan-ikan berenang entah kemana belum lagi perilaku buruk manusia terhadap terumbu karang dan habitat biota laut yang membuat ikan-ikan pun malas berenang dan semakin menjauh entah kemana. Maka entah kemana pula rezeki sang nelayan.

Sementara sang nelayan bersyukur bisa dapet tangkapan ikan meskipun Cuma seember, bersyukur bisa nyekolahin anak meski sampai Sekolah dasar (SD), bersyukur bisa beli baju baru buat sang istri meski belum tentu bisa setahun sekali. Sementara aku? Kamu? Ngopi di Starbucks, makan di Sushi Tei,  shopping di Zara, traveling minimal ke Bali … apalagi coba? 

Perjuangan nelayan ini membuat gue jadi lebih bersyukur akan hidup yang gue jalanin. Complain no more and let us live our live to the fullest dan mensyukuri apa yang ada pada hidup kita.

Buat para nelayan dan para pejuang hidup aku berdoa “Semoga bahagia dan terus berjuang untuk hidup lebih baik. JANGAN MENYERAH!”.

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: