RSS Feed

Berpetualang Bersama Sahabat (part 9: Muntah Berjamaah)

MUNTAH BERJAMAAH .

Komodo sudah aku tengok. Meski masih penasaran pengen ngintip tit*t komodo tapi apadaya takut komodonya “ngaceng” dan ngeceng diriku (wew what a gay komodo) jadi mending melanjutkan perjalanan.

Sambil santap makan siang di boat dengan menu yang gak pernah ada seafood nya (katanyeeeee boat trip di laut pula kok gak ada sea food nya?) kapal pun melanjutkan perjalanan boat trip ini menuju pulau Gili Laba (bukan sarang laba-laba atau sarang orang-orang demen ngelaba) untuk bersnorkling.

Gue yang kekenyangan, gara-gara makan dua piring nasi (maruk sih), sebenernya pengennya tiduran dulu sambil nurunin makanan yang baru saja beres disantap tapi tau-tau kapal sudah merapat ke pulau Gili Laba. Crew kapal bergegas menurunkan sekoci (perahu kecil) untuk mengangkut kita semua ke tepi pantai. Waduh perut masih kenyang dan udah “dipaksa” snorkling. Tapi it’s okay lah demi melihat alam bawah laut di kepulauan yang tersebar di daerah NTT yang kabarnya indah-indah.

Meskipun panasnya menyengat dan pulau Gili Laba ini gersangnya ampun-ampunan tapi melihat pasir putih bersih dengan air laut yang hijau biru bening kok rasanya terlalu sayang kalau Cuma nongkrong di boat doang.

Saat sekoci yang gue tumpangi akan merapat di tepi pantai mata gue melihat pemandangan yang sungguh membuat hatiku excited dan mata berbinar-binar; ada tiga ekor rusa berlari kesana kemari di atas bukit. Sepertinya sang induk dan dua anak rusa sedang menikmati teriknya sinar matahari sambil berjalan-jalan mencari makanan atau mungkin juga mau menikmati pemandangan turis-turis pake cawet nanggung (kecuali si Inggris mister flanel yang mukanya selalu belepotan sun block yang snorklingpun tetep pake flanel andalannya … Oh My God … dan jeng Eni sang preman ngapak dari Tegal yang berbuntel busana nyelam ala ninja Hatori yang lebih cocok buat ngeronda instead of snorkling) kurang kerjaan nyemplung ke air belebep-belebep kelelep kelelep kecebak kecubuk main air di pantai. Ah andaikan sang rusa tau kalau snorkling itu menyenangkan pasti dia juga gak akan keberatan bergabung (gimana rupanya ya rusa kalo dipakein brief ketat speedo, goggle dan fin?).

 

Sayangnya kondisi alam bawah laut di pulau gili Laba di spot yang kita selami ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Banyak koral yang sudah mati. Ikan-ikan pun entah berenang kemana. Ah sudahlah. Akhirnya gak berapa lama kitapun sudah kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanan.

Terus terang perjalanan kali ini penuh dengan tantangan. Tantangan yang pertama datang dari Raffael (Raffa), bocah berusia 11 tahun, yang selama perjalan ini emang lengket bener sama gue. bersama adiknya Martin (10 th), mereka berdua lebih sering memilih nangkring bareng gue daripada sama bapaknya.  

Semenjak kapal bertolak dari pulau Gili Laba, Raffa langsung menclok disamping gue yang sedang leyeh-leyeh berjemur di depan deck beratapkan langit biru terang benderang. Dan bagaikan burung beo berkicau dengan pertanyaan-pertanyaan polos tapi cerdas penuh jebakan betmen;

“hei Idfi, you don’t look like Indonesian to me. Where are you from actually?”

if you don’t believe that I’m Indonesian so can you guess where I am from?”

hmmm….AFRICA!”

Nope

hmmmm you must be from CHINA!”. Gubrags.

Heran kenapa anak kecil ini gak percaya kalau gue orang Indonesia? Rupanya dia belum puas karena berturut-turut dia nanya;

  1. Idfi, why do men have beard and mostache? Jawaban gue: Biar ganteng
  2. Idfi, why do we have eyebrow? Jawaban gue: biar kalo keringetan, keringat enggak langsung “meluncur” ke mata. Plus kalo gak punya alis entar kamu bisa liat setan. Mau lo liat setan?
  3. Idfi, why do we have eyelids? Jawaban gue: ibarat kanopi di rumah supaya melindungi kita dari rasa silau akibat terpaan sinar matahari. Juga biar perempuan bisa pake maskara. Kalau ga punya bulu mata mau dipake dimana maskaranya? Di gigi?
  4. Idfi, why do we have hair? Jawaban gue: Buat perempuan rambut itu mahkota. Kebayang dong kalo perempuan gundul mau dipasang dimana itu sanggul? Di ketek?
  5. Idfi, why do we have hairs in our nose? Jawaban gue: buat menyaring bakteri-bakteri.
  6. Idfi, why do we have hairs on our hands? Jawaban gue: “hmmmmm … buat apa ya?”, dan saat Raffa nanya ini kebetulan, Hans, bapaknya lewat dan gue bilang “oh…my God Hans your kids are really amazing!”, Hans “yeah i know, are they getting your nerves?”, gue “No, I’m having so much fun with them. Oh ya do you know what these hairs on our hands are for?”, Hans “dunno”. Ah cape deeee. Dan Raffa pun makin gragas nanya ini itu.
  7. Idfi, what is nail for? Jawaban gue: buat ngupil! Kebanyang kalau gak punya kuku hayo gimana ngupil nya? Pake linggis?

 

abis jongkok jangan lupa cebok Raffa 🙂

SUMPAH lama-lama gue puyeng diberondong pertanyaan-pertanyaan Raffa dan tau-tau gue bener-bener merasa pusing, mual dan enek. Bukan karena pertanyaan Raffa tapi karena setelah Raffa Nanya ini itu udara berubah drastis. Angin berderu-deru kencang, gelombang air laut mengganas hingga mencapai 3 meter. Kapalpun oleng ke kiri kanan terbawa irama gelombang laut.

Wajah-wajah yang tadinya penuh senyum tawa satu persatu menampakkan wajah pucat. Satu demi satu mereka meninggalkan deck depan kembali ke cabin atau ke deck penumpang. Gue mendengar bunyi “HOEK HOEK”, ada yang muntah. Gue berusaha fokus melihat horizon yang kataanya cara ini bisa ampuh buat mengatasi mabuk laut tapi gue pun menyerah … muntah sampai 3 kali. Pun demikian dengan beberapa pernumpang lain, satu persatu ke WC dengan wajah pucat. Kami pun muntah berjamaah.

Raffa sendiri enggak tau cape nanya ini itu gak tau mabok juga, dia tampak tertidur di lantai di bawah teriknya sinar matahari. Gelombang laut semakin dahsyat. Gue memutuskan untuk kembali ke cabin. Gue bisa merasakan tamparan gelombang laut di dinding cabin kapal yang bertubi-tubi. Meskipun ada rasa takut dan khawatir karena membayangkan air laut tumpah ke dalam kapal, kapal tercabik-cabik, porakporanda, terbalik kayak di film-film tapi berkat doa, “ya Tuhan berikanlah keselamatan kepada kami semua. aku masih perjaka, aku belum nikah, aku gak mau mati di tengah lautan dimakan hiu”, kemudian tau-tau gue udah gak inget apa-apa. Setengah tidur setengah pengsan. Zzzzzzzzzz.

Saran: kalau mau boattrip yang nyaman dengan laut tenang coba hindari trip di musim hujan (September-Februari).

(bersambung)

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

10 responses »

  1. at least he didn’t ask, from where did a baby come from????? mampus dah jelasinnya…

    Balas
  2. Resep ihn jalan-jalan wae… Salam ka raffa mun pendak deui, pinter sigana eta budak… 🙂

    Balas
  3. Btw,itu cep raffa..how quite wewet he is ya..
    Pgn ketemu raffaaaaa ?

    Balas
  4. Mungkin si raffa sebenarnya nge test loe fi,..loe tuh cageur apa nggak otaknya…hohohoh…masa nail buat ngupil?! nail itu buat mencet jerawat sebenarnya…

    Seberapa rusak koral koral di Gili? Sayang banget ya… aset padahal … kasihan ikan ikan…

    Balas
  5. setahu gw klo mabuk laut, harus ke luar ke bagian depan kapal atau klo pun di dalam kapal coba berdiri di belakang nakhoda. trus jgn lupa minum ant*mo.
    sukses buat gw, tips di atas 😀

    salam petualang! *aihh*

    Balas
  6. hahaha.. bodor…

    Balas
  7. hihii..lucu fih, palagi bagian pertanyaan2 raffa n jawapan2 ngasal lu,hee..jd inget ceritanya triniti di bukunya Naked Traveller wkt dia k p.komodo, dese mabok berat jg tuh..

    Balas
    • ahahah iyah da jawabna sabari mabokkk oge … do u like my blog? of yes pleaaaaaaseeeee tolong sebar luaskan dikalangan teman2mu yaaaaaa nuhunnnnnnn hihihihihi jadi promosi

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: