RSS Feed

Berpetualang Bersama Sahabat (part 7: Boat Trip)

BOAT TRIP

 

Siapa yang pernah ke TAMAN NASIONAL KOMODO? Ahhhh masa belum pernah? Ihhhh aku juga belon pernah! (itu kemaren. tapi sekarang udah 🙂

Tapi impian untuk melihat Komodo Dragon (kenapa namanya disebut Dragon / naga ya? Emang mirip naga? Jangan-jangan sepupuan? Berarti sodaraan sama yang suka Dragon Breath alias BAU NAGA) yang keberadaannya saat ini sedang mendapat sorotan dunia karena pulau habitat tempat mereka berada, Pulau Komodo, yang merupakan situs World Heritage UNESCO dan dinominasikan menjadi salah satu dari 7 keajaiban baru dunia (Mudah-mudahan kepilih…Amin), akan segera terwujud. I’m going to see the Komodo Dragon, soon.

Salah satu rute yang akan ditempuh dalam perjalanan berikutnya adalah ke Pulau Rinca yang juga menjadi salah satu pulau yang dihuni sang komodo selain pulau Komodo. Dan perjalanan ini akan ditempuh dengan kapal laut. Ohhh sunguh akan jadi pengalmaan penuh tantangan. Dan “menengok” komodo juga akan jadi sebuah pengalaman dahsyat untuk menutup tahun 2010.

Gue sangat sangat excited karena untuk pertama kalinya dalam hidup akan berada di kapal berkapasitas 30 orang penumpang ini selama 3 hari 2 malam mengarungi lautan dengan rute perjalanan:

Labuan Bajo – Pulau Rinca – Gili Laba – Pulau Moyo – Pulau Kramat – Lombok.

Untuk tour boat trip ini jika kita tinggal di Deck berarti harus ngeluarin duit 1,3 juta/orang kalau mau tidurnya di cabin berarti harus bayar 1,8 juta/orang. Kia mendapat service fullboard alias dapat sarapan, lunch dan dinner dan bagi penumpang cabin setiap hari dapat snack basket berisi Aqua, coca cola, bir dan camilan. Kita bertiga memilih tinggal di cabin. Dan begitu kita masuk cabin. Wewwwww. Ternyata sebuah ruangan sempit berukuran kurang lebih 1 x 1,9 m2 (kebayang yang tinggi badannya lebih dari 190 cm musti nekuk kaki) dengan satu kasur single jomblo sejati (karena bener-bener ga ada space buat orang ke-dua untuk nebeng rebahan) yang letaknya di atas dan kasur kedua ada di bawah yang cukup buat berdua tapi dengan posisi tegap sikap sempurna (kayak mau upacara bendera ajah). lalu jarak antara kasur bawah dan atas gak sampai 1 meter. Si Jon yang bodynya segede gaban sampe harus ngegelinding kalo mau keluar kasur. Ohhhh kami seperti dikandangin!

alternatif route:

Lombok – Gili Kondo (Perama island) – Satonda – Donggo – Komodo (Pink Beach) – Labuan Bajo (Deck: 2 juta, Cabin: 3 juta)

 Round trip: Deck: 3 juta, Cabin: 4 juta

 info lengkap: www.peramatour.com

Pada pukul 5 sore kita semua para peserta tour berkumpul di depan kantor Perama Tour lalu kita semua “diangkut” dengan mobil jemputan ke pelabuhan dan Ini dia yang ditunggu-tunggu, menginjakkan kaki di kapal Landsea Adventure milik Perama Tour yang menjadi operator boattrip. Akhirnya. Sesaat lagi petualangan akan segera dimulai. Yipiiiiii.

Ternyata kita gak langsung berlayar. Sore itu kita semua disambut oleh Tour Leader, kapten kapal dan para crew dalam sebuah jamuan welcome party bagi mereka yang akan berangkat boat trip sekaligus farewell party buat mereka yang sudah mengikuti trip dari Lombok. Sang tour leader didaulat jadi MC. Setelah kata sambutan dengan  bahasa Inggris yang sempurna dia  memperkenalkan para peserta trip satu persatu. Dari 26 penumpang yang akan ikut berlayar hanya ada 7 orang indonesia dan itupun menurut crew kapal jumlah 7 orang Indonesia yang ikut terbilang sangat banyak karena biasanya Cuma ada satu dua rang Indonesia itupun rata-rata berpasangan dengan bule. Pada kemana ya orang Indonesia nya? Apa boat trip ini kemahalan? Coba kalau kapalnya di Mall pasti banyak deh yang naik.

Dua diantara 7 orang Indonesia yang ikut adalah peserta yang juga telah mengikuti trip dari Lombok jadi mereka ambil paket roundtrip, yang satu mba-mba berjilban bernama Eni yang pertama kali gue ketemu dia lagi duduk dengan posisi satu kaki dilipet diatas korsi macam abang-abang makan di warteg dan ngobrol sama temennya dan crew. Satu lagi Michael yang ternyata teman sekantornya Eni ini. Jeng Eni boleh dibilang mbak-mbak petualang yang asyik. Gayanya kalau lagi ngobrol sama bule-bule itu asyik bener, mimiknya serius dan kalo lawan bicara ketawa dia ketawanya lebih kenceng lagi suaranya. Tapi setiap kali ngobrol kebanyakan jawab “Yes … NO … oooo …heueuh”. lalu gue tanya sama beliau,

 “Mbak situ ngerti tak apa yang si bule omongin?”

Dengan polosnya si mba jawab “ORA”. Gubrak.

Oalaaah ternyata si mbak Eni ini preman ngapak dari Tegal.

Setelah proses perkenalan sambil makan malam, lalu acara disambung dengan opening dance tari poco-poco yang ditarikan oleh semua crew yang akhirnya “maksa” peserta trip untuk ikut nari. Oalaaaah gue aja yang beberapa kali ikut nari poco-poco susah ngikutin gerakan yang sambung menyambung dan semakin sulit apalagi bule-bule itu. Beres poco-poco acara disambung dengan disco time. Ruang makan disulap jadi dance floor lengkap dengan house music dan kerlap-kerlip lampu disko. Beberapa bule tampak menikmati ajara disko bersama ini tapi ada juga yang mungkin gak biasa clubbing jadi keliatannya kayak cacing trance kepanasan kena ajian “Serat Jiwa” Brama Kumbara.

Acara semakin “panas” setelah ada awak kapal yang nyekokin beberapa peserta dengan arak lokal. Weeekssss rasanya bikin perut eneq. Uppss I did drink it a little bit. Dan semakin malam kita pun semakin akrab satu sama lain. Yang disko tampak asyik dengan house musicnya. Ada pula yang ngobrol-ngobrol sambil ngerokok dengan sekaleng bir di tangan. Ada satu bule yang tiap 10 menit ngambil berkaleng-kaleng bir dari dalam cool box. Gak gratis loh. Harus beli. Tapi ya mungkin gak lengkap kalau ngobrol tanpa bir. Ada pula yang asyik main kartu dengan para crew termasuk gue dan mba Eni. Sial gue kalah mulu dan dikerjain mulu. Yang kalah harus pasrah “diobrak-abrik” muka dan rambutnya sama jepitan baju. Huh gak kreatif nih crew.

 Menjelang tengah malam pesta pun usai. Beberapa bule peserta boat trip rute Lombok – Labuan Bajo satu persatu ngucapin selamat tinggal untuk kembali ke hotel mereka masing-masing sementara peserta boat trip rute Labuan Bajo – Lombok, termasuk gue, satu persatu masuk ke cabin dan deck, di kapal yang masih tertambat di pelabuhan, untuk tidur dengan iringan buaian semilir angin laut.

(Bersambung)

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

5 responses »

  1. wah seru yah klw bisa jalan jalan ke wisata alam, apalagi tempat yang gak sering dikunjungi orang

    Balas
  2. Seru baca blog-nya Idfi. Seperti ikutan pergi ke sana hahhaha..
    Lanjutkan!

    Balas
  3. Fi, bilang sm jeng eny..beware !!ur body enter the wind.kudu dikerokan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: