RSS Feed

Berpetualang Bersama Sahabat (part 2: Kuta Bali Today)

Kuta (Bali) today.

 

Hadohhhh MACET lagi MACET lagi. Saat motor-motorn bareng si Michael lewat area ByPass Ngurah Rai hingga Kuta yang gue hadepin satu ya MACET. Mobil di Bali sekarang buanyak apalagi motornya (dari dulu pengendara motor di Bali emang tinggi jumlahnya). Wong ini mau wisata pantai kok malah wisata macet 😦 (Huh gak ada bedanya sama Bandung dan Jakarta).

Seharian ngubek-ngubek Kuta cukup bikin gue tahu kalau tingkat kepadatan semakin tinggi. Hotel-hotel raksasa yang saat tahun 1998 gak ada sekarang tiba-tiba berdiri megah. Meskipun gue liat juga ada beberapa hotel besar yang sempat jaya-jayanya beberapa tahun silam dan beberapa hotel kecil yang dulu mungkin ramai ditinggali para turis sekarang tampak tinggal seperti bangunan berhantu tempat segala jenis hantu berpesta (coba check siapa tau ada jeng suster ngesot, or kuntilanang…..aaah amit-amit).

Meskipun kayaknya jumlah turis ya segitu-gitu doang tapi pembangunan hotel tampak terus menggeliat. Ya mudah-mudahan besok-besok jumlah turis asing dan domestiknya makin menggelembung ya. Semoga hotel-hotel baru ini tidak senasib dengan tetangganya yang sudah jadi sarang hantu. Semoga.

Well, bulan Desember memang saat peak-season dimana jumlah turis lagi ranum-ranumnya numplek di Bali terutama di Kuta. Jadi kemacetan udah pasti gak bisa dihindari. Apalagi hujan rajin bener turun. Nah saat hujan turun atau setelah hujan turun kalau gue perhatiin jalanan di daerah Kute-Seminyak-Kerobokan ini genangan dimana-mana. Bikin males berkendaraan apalagi jalan kaki. Banyak pemilik bangunan sepertinya memblok banyak saluran air di jalan buat air hujan mengalir ke got dan jadinya ya begini air beluber dimana-mana. Gak nyaman.

Gue tetep keliaran di Kuta area juga sih Cuma ya paling nongkrong doang di pantai bareng temen-temen. Mau maen air laut juga rasanya kok males gara-gara kotor bener pantainya. Masak gue liat sampah plastik bekas bungkusan ini itu, bungkus snack berMSG tingkat tinggi, belum lagi batok kelapa, dll semua ada. Ini pantai apa pembuangan sampah sih? JOROK banget. Tanpa sadar gue pungutin satu satu tuh si sampah dan gue kumpulin lalu gue buang ke tempat sampah. Temen gue pade bengong ngeliatin gue. Si angie sampe nanya “HEH, NGAPAIN LO?”. Iya ya baik bener gue mungutin sampah-sampah sialan ini. Tapi kalau bukan kita yang bersihin siapa dong?

So, saran gue buat semua yang mau pelesiran ke Bali terutama di bulan Desember-Januari saat peak-season alias puncak keramaian turis apalagi di musim hujan nan becek begini mending hindari Kuta area. Bosen gak sih ke Kuta lagi ke Kuta lagi? Ya kecuali buat yang night goers ya mau kemana lagi ya pastinya daerah Kuta/Legian/Poppies/Seminyak udah jadi pilihan paling poll atau buat yang belon pernah ya monggo silahkan atau pengen bernostalgia ya silahkan juga tapi jangan lama-lama, kan masih banyak tempat lain yang harus di eksplorasi.

kalau datang kemari terutama di bulan Desember, jangan lupa bawa payung/jas hujan tipis dan pake sendal cepit aja ya ato sekalian sepatu boot tahan air. Dan JALAN KAKI kalo gak wassalam ajah busuk dijalan kejebak macet.

Sekalian aja siapa tau ada yang berbaik hati jadi volunteer untuk bersihin pantai, more than just welcome. Ihhh baik banget deh kamyuh.

Gara-gara ketidak nyamanan itu gue mencoba ikut temen gue si Ryan ke Singaraja. Singaraja ini dulu pernah jadi ibukota Bali. Terletak di utara pulau Bali, kota Singaraja ini tampak lengang, bersahaja, banyak bangunan lama peninggalan jaman Belanda, dan katanya bakal menjadi kota pendidikan di Bali.

Untuk menuju kota Singaraja dari denpasar/kuta yang jarak tempuhnya 2,5 jam kita pasti melewati banyak tempat-tempat yang breathtaking seperti: danau Buyan, danau Bratan dengan Pura Ulun nya yang sering jadi objek poto di postcard, air terjun Gitgit dan banyak lagi. Pas gue lewat sih tampaknya gak begitu banyak turis. Ya siapa tau buat kamu-kamu yang lagi “jalan” bareng sama pacar, suami/istri, (sama selingkuhan mungkin weeeew) atau sama siapapun dan pengen cari suasana yang tidak terlalu turistik dan biar bisa lebih intim (adeeeeeuh) coba lah eksplorasi Bali tengah-utara ini. Dan untuk info lengkapnya ayo jangan malu-malu browsing bang google 🙂

Eh eh last but not least ada info neh. Agak-agak sedikit promo sih. Jadi buat diapapun yang mau ke Bali dan tujuannya ke kuta area (teuteup ya) dan mencari akomodasi yang ok, ada Vila Mila. Vila berukuran 200 m2 ini memiliki dua kamar tidur yang cozy dengan kamar mandi dalam, private swimming pool, living room, dapur dan seorang butler (sebenernya lebih cocok dibilang pembantu sih) yang selalu standby. Dengan ngeluarin USD 100 or Rp. 1 jt maka fasilitas itu bisa anda nikmati sepuasnya. Coba hubungi 0818566705  dan seorang Italiano bernama Luigi, sang pemilik, akan mengangkat dengan sangat ramah. Don’t worry be happy selain cakep, masih muda, gaul, Luigi ini lancar bener bahasa Indonesianya. Siapa tau kamu bisa kongkow bareng Luigi dan geng Italianya juga. So call him for further info (hey Luigi bayar komisi siah ka urang,…tah geus dipromosikeun)

(bersambung)

Iklan

About ceritaidfi

a shy guy who used to dream of becoming a world celebrity but then realized that exploring the world and sharing his stories and his smile to the world are so much more fun.

One response »

  1. Hahaha idfi, maneh meni teu ikhlas kitu ..eta promokeun si luigi..hahahhaha, kumaha pak ustad?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: